Air Asam Tambang – Indonesia

Memetakan NAF/PAF

Posted in Diskusi by Candra Nugraha on 27/07/2009

Sukamto Kamto <*******@yahoo.co.id>
27 April 2009; 12:46 PM

Salam Kenal. Saya Sukamto, Kalimantan Selatan. Mengenai kasus ATT umumnya di Kalsel terjadi pada daerah tambang batubara dengan sistem penambangan open pit. Batuan PAF biasanya terdapat pada bagian bottom dari seam batubara itu sendiri, secara umum terdiri dari batuan lempung (mudstone) yang terdapat butiran pyrite, walaupun tidak semua batuan lemmpung dianggap PAF.
Yang menjadi kendala adalah :
1. Bagaimana memetakan batuan PAF, sehingga dapat memperlakukan PAF dengan perlakuan isolasi atau kapsulisasi?
2. Bila kita menganalisa data semua lapisan batuan untuk mengetahui PAF dan NAF biayanya terlalu besar. Apa solusi sehingga dapat membuat data atau peta kontur kandungan PAF secara efektif dan murah?

Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

SUKAMTO

Iklan
Tagged with: , , ,

3 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. airasamtambang said, on 27/07/2009 at 04:19

    Salam kenal kembali Pa Sukamto.

    Berikut sedikit penjelasan untuk pertanyaannya.

    1. Memetakan batuan PAF pada umumnya disesuaikan dengan perencanaan. Jika perencanaan dilakukan untuk kegiatan jangka panjang (long-term plan), biasanya pemetaan batuan PAF disesuaikan dengan pemetaan lapisan batubara, sehingga pekerjaan untuk pembuatan peta tersebut (pengambilan contoh dan analisa batuan) dilakukan bersamaan dengan kegiatan untuk explorasi batubara.

    Pemetaan jangka pendek bisa juga dilakukan, biasanya dengan menyesuaikan pada rencana produksi batubara bulanan atau mingguan (short term-plan). Pekerjaan untuk hal tersebut dilakukan dengan mengambil contoh batuan dari daerah yang akan diambil batubaranya pada jangka waktu tersebut.

    2. Biaya memang merupakan salah satu kendala dalam kegiatan ini, khususnya untuk biaya analisa laboratorium. Mengenai metode, sepengetahuan kami, belum ada metode yang bisa mendeteksi NAF dan PAF dengan lebih cepat dan murah (selain NAG test), sehingga bisa mengurangi jumlah contoh batuan yang harus dianalisa.

    Namun demikian, terkait dengan pengambilan contoh batuan untuk analisa, hal ini sangat “site specific”.
    Sebagai contoh: disebuah tambang dilakukan “generalisasi” bahwa batuan dibawah dan diatas batubara langsung dianggap sebagai PAF, sehingga tidak perlu diambil sampelnya, dan hal ini bisa mengurangi biaya.
    Juga, apabila pemetaan dilakukan dari contoh batuan hasil eksplorasi, beberapa penyesuaian bisa dilakukan berdasarkan kesamaan lithology batuan dan karakteristik batuan lainnya. Tentu saja hal ini perlu kajian terlebih dahulu sehingga pemetaan batuan dapat menghasilkan peta penyebaran (dan juga menghitung volume batuannya) dengan tingkat penyimpangan yang rendah.

    Demikian, silahkan didiskusikan lebih lanjut.
    April 27, 2009 1:59 AM

  2. tere said, on 05/11/2009 at 14:50

    saya tere ingin menanyakan bagaimana hubungan antara ukuran butir pada OB terhadap pembentukan air asam batuan dalam upaya mitigasi dengan metode blending..pencampuran batuan kasar dan halus..

  3. rivai said, on 16/10/2013 at 12:22

    saya rivai, pingin tanya apa arti atau kepanjangan dari ATT terkait dengan pengelolahan air asam tambang


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: